
Perewangan merupakan salah satu istilah yang cukup dikenal dalam tradisi dan kebudayaan Jawa, yang mengandung unsur-unsur spiritual dan mistik. Istilah ini merujuk pada fenomena yang berhubungan dengan kemampuan melihat atau merasakan hal-hal gaib atau yang tidak tampak oleh indera manusia biasa. Dalam kehidupan sehari-hari, perewangan bisa diartikan sebagai bentuk komunikasi atau kontak dengan dunia roh, yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki kemampuan khusus. Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang pengertian, tradisi, dan praktik perewangan dalam masyarakat Jawa.
Apa Itu Perewangan?
Perewangan dalam tradisi Jawa adalah proses atau praktik yang berkaitan dengan kemampuan untuk melihat atau merasakan hal-hal yang bersifat gaib, seperti roh, energi, atau kejadian-kejadian di luar jangkauan panca indera manusia. Biasanya, perewangan dilakukan oleh seseorang yang dianggap memiliki kemampuan spiritual atau indra keenam, yang sering disebut sebagai “orang peka” atau “orang yang memiliki mata batin.”
Kemampuan ini diyakini sebagai suatu anugerah atau warisan spiritual yang diperoleh melalui latihan, keturunan, atau melalui proses tertentu dalam kehidupan seseorang. Perewangan sering kali dikaitkan dengan dunia mistik, yang meliputi berbagai hal yang tidak bisa dijelaskan secara logika atau ilmiah, seperti keberadaan makhluk halus, arwah, atau kejadian-kejadian yang berhubungan dengan takdir atau peristiwa yang akan datang.
Secara umum, perewangan dapat melibatkan berbagai bentuk komunikasi, mulai dari melihat penampakan roh, mendengar suara-suara gaib, hingga merasakan energi yang hadir di sekitar seseorang. Dalam beberapa tradisi, perewangan juga digunakan sebagai cara untuk memprediksi masa depan atau mencari petunjuk dalam kehidupan.
Asal Usul dan Tradisi Perewangan
1. Perewangan dalam Kepercayaan Jawa
Dalam kepercayaan Jawa, perewangan merupakan bagian dari praktik spiritual yang telah ada sejak zaman dahulu. Masyarakat Jawa mempercayai bahwa dunia ini tidak hanya terdiri dari yang tampak oleh mata, tetapi juga dunia gaib yang penuh dengan roh, arwah leluhur, dan makhluk halus lainnya. Perewangan dianggap sebagai salah satu cara untuk menjalin hubungan dengan dunia tersebut.
Di dalam budaya Jawa, tradisi ini seringkali dilaksanakan oleh seorang “dukun” atau “kiai,” yang dianggap memiliki kemampuan khusus untuk berkomunikasi dengan roh atau makhluk halus. Perewangan juga dipercaya dapat digunakan untuk tujuan tertentu, seperti menyembuhkan penyakit, mencari jawaban atas masalah yang dihadapi, atau memberikan petunjuk tentang masa depan.
2. Perewangan dalam Praktek Spiritual
Dalam praktik spiritual, perewangan seringkali digunakan sebagai alat untuk memperoleh pencerahan atau menemukan solusi atas persoalan hidup. Salah satu bentuk perewangan yang cukup dikenal adalah “ngrowot,” yaitu sebuah metode di mana seseorang menghubungi dunia gaib untuk mencari petunjuk atau memperdalam pemahaman tentang kehidupan spiritual.
Perewangan juga digunakan dalam berbagai upacara adat atau ritual yang berkaitan dengan penghormatan kepada leluhur atau untuk meminta restu dalam menghadapi suatu peristiwa besar, seperti pernikahan, pembangunan rumah, atau perjalanan jauh.
Proses Perewangan: Bagaimana Itu Dilakukan?
1. Menggunakan Media atau Alat-Alat Khusus
Dalam proses perewangan, biasanya digunakan media atau alat-alat tertentu, seperti lilin, kemenyan, air, atau alat bantu lainnya yang dianggap memiliki kekuatan untuk menarik perhatian roh atau energi gaib. Dalam beberapa kasus, seorang ahli perewangan akan menggunakan alat seperti cermin, bola kristal, atau bahkan tulisan-tulisan tertentu untuk melakukan komunikasi dengan dunia gaib.
Proses ini sering kali dimulai dengan doa atau mantra tertentu untuk membuka pintu komunikasi antara dunia manusia dan dunia gaib. Setelah itu, sang praktisi akan mulai merasakan atau melihat petunjuk dari dunia roh, yang kemudian disampaikan kepada orang yang membutuhkan bantuan atau jawaban.
2. Menggunakan Teknik Meditasi atau Konsentrasi
Beberapa orang yang memiliki kemampuan perewangan dapat melakukannya tanpa alat bantu apapun. Mereka mengandalkan kemampuan intuisi atau kekuatan batin mereka untuk merasakan atau melihat dunia gaib. Teknik meditasi atau konsentrasi sering kali digunakan untuk menenangkan pikiran dan membuka mata batin, sehingga mereka dapat lebih mudah berkomunikasi dengan dunia roh.
Perewangan yang dilakukan dengan cara ini sering kali dipandang lebih “murni” karena dilakukan dengan kekuatan diri sendiri, tanpa bergantung pada alat-alat fisik. Namun, kemampuan seperti ini hanya dimiliki oleh segelintir orang yang telah melatih diri mereka dalam dunia spiritual.
3. Interaksi dengan Roh atau Makhluk Halus
Proses perewangan juga bisa melibatkan interaksi langsung dengan roh atau makhluk halus. Seseorang yang melakukan perewangan sering kali akan berbicara dengan roh yang hadir dan mendapatkan informasi atau petunjuk dari mereka. Ini bisa berupa pesan dari leluhur, peringatan tentang peristiwa yang akan datang, atau bahkan nasihat mengenai kehidupan sehari-hari.
Beberapa orang yang melakukan perewangan juga mengklaim dapat melihat roh atau penampakan makhluk halus yang berada di sekitar mereka, yang sering kali memberi peringatan atau informasi penting.
Pengaruh Perewangan dalam Kehidupan Masyarakat
1. Mendekatkan Diri dengan Dunia Roh
Bagi banyak orang, perewangan dianggap sebagai cara untuk lebih dekat dengan leluhur atau dunia roh. Hal ini membantu mereka merasa lebih terhubung dengan akar budaya dan spiritual mereka, serta mendapatkan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.
2. Sebagai Sarana Penyembuhan
Dalam beberapa kasus, perewangan juga digunakan untuk penyembuhan spiritual atau fisik. Misalnya, seseorang yang menderita penyakit yang sulit diobati secara medis dapat mencari solusi melalui perewangan dengan harapan bisa mendapatkan petunjuk atau doa untuk kesembuhan.
3. Memecahkan Masalah Hidup
Perewangan sering kali digunakan oleh mereka yang sedang menghadapi dilema besar dalam hidup, seperti masalah pekerjaan, keluarga, atau hubungan. Dengan mendapatkan petunjuk melalui dunia gaib, mereka berharap dapat menemukan jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi.