
Money No Enough 3 adalah film komedi Singapura yang dirilis pada tahun 2024, disutradarai oleh Jack Neo. Film ini merupakan sekuel mandiri dari Money No Enough (1998) dan Money No Enough 2 (2008), yang kembali menghadirkan trio sahabat—Ah Qiang (Jack Neo), Ah Huang (Mark Lee), dan Ah Hui (Henry Thia)—yang menghadapi masalah keuangan dan keluarga.
Mereka berusaha saling mendukung, namun rencana mereka terganggu ketika generasi muda menantang nilai-nilai yang mereka anut.
Sinopsis
Film ini mengikuti perjalanan tiga sahabat yang telah lama bersahabat, masing-masing dengan masalah keuangan dan keluarga mereka sendiri.
Dalam upaya mereka untuk saling mendukung, rencana mereka hancur ketika salah satu dari mereka menipu yang lain, menyebabkan kerugian finansial. Mereka harus mencari solusi dan berdamai satu sama lain.
Karakter Utama
Ah Qiang (Jack Neo)
Ah Qiang adalah karakter yang diperankan oleh Jack Neo, yang juga berperan sebagai sutradara dan penulis naskah film ini.
Sebagai seorang pria yang berjuang dengan masalah keuangan dan keluarga, Ah Qiang menunjukkan sisi manusiawi dan humoris yang khas dari karakter-karakter yang diciptakan oleh Neo.
Ah Huang (Mark Lee)
Mark Lee kembali berperan sebagai Ah Huang, sahabat Ah Qiang. Karakter Ah Huang dikenal dengan sifatnya yang ceria dan optimis, meskipun menghadapi tantangan dalam hidupnya.
Ah Hui (Henry Thia)
Henry Thia memerankan Ah Hui, sahabat ketiga dalam trio ini. Ah Hui adalah karakter yang lebih serius dan sering menjadi penyeimbang bagi Ah Qiang dan Ah Huang.
Penerimaan dan Kesuksesan
Money No Enough 3 meraih sukses besar di box office Singapura, mengumpulkan S$4,875 juta, menjadikannya film lokal dengan pendapatan tertinggi keenam di Singapura.
Film ini juga menjadi film dengan pendapatan tertinggi selama Tahun Baru Imlek di Malaysia, dengan pendapatan RM7,3 juta sejak dirilis pada 9 Februari 2024.
Kritik dan Ulasan
Meskipun sukses secara komersial, Money No Enough 3 menerima ulasan beragam dari kritikus. Beberapa mengkritik film ini karena kurangnya kedalaman dan plot yang klise, sementara yang lain menghargai humor dan nostalgia yang dibawakan.
Misalnya, The Straits Times memberikan ulasan negatif, menyebut film ini sebagai tontonan yang “mengganggu”.